Sebuah insiden pemukulan terjadi di Pangkalan Ojek dekat SMP
3 Sungai Penuh pada Jumat malam (7/3). Kejadian ini melibatkan sekelompok
pemuda dari Desa Kumun yang diduga melakukan kekerasan terhadap dua remaja, NA
(16) dan FD (16).
Polisi bertindak cepat setelah video peristiwa tersebut
viral di grup WhatsApp. Insiden yang terjadi di depan SMP 3 Kota Sungai Penuh
ini berujung pada penangkapan delapan remaja, yaitu AR (16), RR (15), MA (17),
JI (17), IJ (16), GA (16), MN (16), dan HM (16). Seluruhnya merupakan warga
Kecamatan Kumun Debai. Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan lima kain
sarung dan tujuh unit handphone sebagai barang bukti.
Kabag OPS Polres Kerinci, AKP Yudistira, S.Sos., M.M.,
menjelaskan bahwa kejadian bermula saat dua korban tengah berada di pangkalan
ojek dekat SMP 3 Sungai Penuh. Tiba-tiba, sekelompok remaja yang berjumlah
lebih dari 10 orang mendatangi mereka dan melepaskan kain sarung ke arah wajah
korban. Merasa terganggu, korban kemudian mengejar para pelaku hingga ke Desa
Aur Duri. Setibanya di jembatan desa tersebut, korban melihat Tim Patroli Elang
Kota dan langsung melaporkan kejadian tersebut.
Menanggapi laporan itu, tim patroli segera menuju lokasi dan
berhasil mengamankan tiga pelaku yang kedapatan membawa kain sarung yang telah
dilipat menyerupai cambuk. Ketiga remaja itu langsung dibawa ke Polres Kerinci
untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Upaya penangkapan berlanjut hingga pukul 23.30 WIB, di mana
Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Kerinci berhasil mengamankan lima pelaku lainnya.
Dengan demikian, total delapan orang telah diamankan dan saat ini menjalani
pemeriksaan di ruang Sat Reskrim.
Kabag OPS menegaskan bahwa situasi saat ini sudah terkendali dan mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, untuk tidak terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia juga mengajak seluruh warga menyelesaikan permasalahan dengan cara yang bijaksana serta menghindari tindakan anarkis.
0 Komentar